Diamond

  1. Propolis Harga Grosir

    www.propolisdiamond.com
    Penawaran terbatas. Segera kontak
    kami untuk raih kesempatan ini.

Minggu, 10 April 2011

देतिक.com

Sumber Melimpah, RI Harusnya Jadi Pasar Energi Alternatif Terkemuka
Akhmad Nurismarsyah - detikFinance


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pasar energi terkemuka dengan sumber daya energi potensial yang melimpah. Sumber daya energi tersebut berpotensi untuk pembangkit listrik berbasis tenaga geothermal, tenaga air, tenaga air, dan berbagai sumber energi terbarukan lainnya.

Direktur Frost & Sullivan Indonesia Eugene van de Weerd mengatakan dengan banyaknya pengaruh bermacam dinamika terhadap sumber energi Indonesia, seperti pengaruh harga minyak, berkurangnya produksi minyak, dan pemenuhan kebutuhan energi untuk industri nasional, membuat industri energi baru dan terbarukan di Indonesia menjadi berkembang.

"Memasuki tahun 2011, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan di sektor energi di mana maksimalisasi energi baru terbarukan masih menemui hambatan dari segi harga pengembangan, permintaan pasar, dan insentif yang menarik dari pemerintah," katanya dalam acara Prediksi Industri Energi Indonesia yang diadakan di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Di tempat yang sama, Asia Pasific Vice President, Energi & Power Systems Practice, Frost & Sullivan Ravi Krishnaswamy menyampaikan, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan industri energi dalam negeri dengan mengolah potensi energi baru terbarukan yang masih banyak belum diolah.

"Industri di sektor energi ini sulit berkembang karena lemahnya implementasi dan tidak adanya kerangka peraturan dan kebijakan seperti 'feed-in-tariff' yang dapat menarik minat investor swasta dalam industri tersebut," kata Ravi,

"Meskipun potensinya besar, beberapa tantangan industri seperti kesadaran yang rendah, insentif yang terbatas, dan infrastruktur energi yang masih lemah dapat menghambat penetrasi pasar," lanjutnya.

Menurut Ravi, untuk geothermal (panas bumi), Indonesia memiliki potensi kapasitas hingga 27 GW (27.000 Mega Watt) yang ingin dikembangkan sampai 2020. Pemerintah Indonesia juga telah menargetkan pemanfaatan energi panas bumi tersebut sedikitnya 5% (9.500 MW) kebutuhan listrik Indonesia di 2025.

"Sehingga dapat mengurangi kesenjangan antara permintaan dan penawaran daya listrik di Indonesia yang cenderung meningkat," katanya.

"Untuk biomassa, Indonesia telah memproyeksikan pencapaian kapasitas 810 MW untuk pasar tenaga biomassa di tahun 2025 yang sebenarnya masih jauh dibawah potensi yang dimiliki," terang Ravi.

Rencana pemerintah untuk mencapai kapasitas tenaga angin sebedar 225 MW di 2025 dapat didorong oleh energi angin lepas pantai. Sedangkan untuk tenaga air kapasitas kecil, Indonesia punya potensi sebesar 500 MW di mana kapasitas pasarnya diperkirakan akan mencapai 150 MW di 2015.

Indonesia dapat mengadopsi pengelolaan sumber daya energi yang diterapkan negara-negara lain untuk meningkatkan industri energi seperti pengembangan kebijakan 'feed-in-tariff' dan standarisasi portfolio energi, mendorong investasi, dan bangun fasilitas manufaktur serta layanan perlengkapan tenaga energi terbarukan.

Insentif finansial atas sumber daya energi untuk mendorong program energi terbarukan juga diperlukan. Ini menandakan Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang yang muncul sebagai tren global dan dengan penguasaan atas sumber daya tersebut Indonesia bisa menjadi pasar energi terbarukan yang terkemuka.

(nrs/dnl)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


.: HOME | EKONOMI | MONETER | BURSA & VALAS | PORTOFOLIO | PELUANG USAHA | SOSOK | KONSULTASI | FOTO | TV | INDEKS :.
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
.: detikFoto | detikTV | detikSurabaya | detikBandung :.
.: detikForum | Suara Pembaca | Surat dari Buncit | Makan Enak (MEOK) | Info Iklan | Sindikasi :.
Copyright © 2011 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer
detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar